riset keyword SEO

Cara Melakukan Riset Keyword untuk SEO

Dengan menggunakan SEO, website dan tulisan Anda bisa masuk ke halaman pertama mesin pencari. Namun, diperlukan riset keyword untuk SEO agar strategi berjalan. Bagaimana langkah yang perlu dilakukan?


Hal paling dasar dari SEO adalah keyword. Keyword adalah kata-kata yang Anda masukan ketika mencari sesuatu di Google. Misal, “Jual Tanah Jogja”, hingga informasi seperti “Belajar Digital Marketing.”

Baca juga: 5 Alasan Pentingnya SEO dalam Marketing

Penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang orang-orang cari di Google. Karena itu, dengan memilih keyword yang tepat, website yang dimiliki memiliki kemungkinan lebih besar untuk ditemukan oleh target audiens. Untuk mengetahui apa keyword yang tepat dan sesuai dengan audiens yang Anda miliki, Anda membutuhkan riset terlebih dahulu.

Untuk melakukan riset keyword, ada dua website yang bisa Anda gunakan, yaitu Google Keyword Planner dan Google Trends. Pertama-tama saya akan mengulas Google Keyword Planner terlebih dahulu.

Google Keyword Planner terhubung dengan Google Ads. Sehingga Anda perlu mendaftarkan akun Anda ke Google Ads untuk bisa mengakses Google Keyword Planner. Untuk mengakses Google Ads, Anda tinggal berkunjung ke ads.google.com dan membuat akun.

Ketika sudah memiliki akun, Anda tinggal mencari Google Keyword Planner dan masukan keyword yang ingin diriset. Hasilnya akan seperti ini:

riset keyword SEO
Tampilan Google Keyword Planner

Untuk melakukan riset keyword, data yang bisa kamu gunakan adalah Avg. Monthly Searches dan Competition.

Misalnya, saya menggunakan keyword “jasa traveling Jepang”, maka akan muncul hasil seperti ini:

riset keyword SEO
Hasil dari pencarian keyword “Jasa Traveling Jepang” melalui Google Keyword Planner

Dari data tersebut Anda bisa melihat ada banyak pilihan keyword yang memiliki traffic tinggi (Avg. Monthly Searches), tapi persaingan sangat ketat (Competition). Lalu, apa yang harus dilakukan? Jika website yang Anda miliki baru, saya menyarankan untuk mencari keyword yang memiliki kompetisi rendah. Kenapa? Untuk mencari authority dan agar ‘terlihat’ oleh Google terlebih dahulu.

Sebagai contoh, Anda memiliki target jangka panjang untuk masuk halaman pertama dari keyword “Jasa traveling Jepang”. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari keyword yang berhubungan dengan keyword tujuan Anda. Keyword ini yang akan berfungsi untuk mendongkrak website Anda untuk mencapai tujuan akhir, yaitu halaman pertama keyword “Jasa Traveling Jepang.”

Misalnya, dengan tujuan akhir masuk halaman pertama dari “Jasa traveling Jepang”, Anda harus mencari keyword yang memiliki kompetisi rendah dan search results yang >100, seperti “Wisata Osaka” dengan persaingan rendah dan “Liburan ke Jepang” dengan persaingan medium. Teknik mengelilingi keyword utama (yaitu “Jasa traveling Jepang”) dengan banyak keyword pendukung yang memiliki kompetisi lebih rendah sering disebut dengan teknik long tail keyword.

Kunci dari long tail keyword adalah mencari keyword yang sesuai dengan namanya ‘long tail’, yaitu panjang dan memiliki kompetisi rendah, sehingga memudahkan website Anda untuk masuk ke halaman pertama dari keyword yang dituju. Ini juga bertujuan untuk membantu website Anda agar memiliki authority yang lebih baik di mata Google dan membantu keyword utama Anda masuk ke halaman pertama SERP.

Jika Anda menggunakan long tail keyword untuk menyasar satu keyword utama, Anda harus memasukan keyword utama yang dituju didalamnya. Misal, Anda menargetkan keyword “Jasa traveling Jepang” dan long tail “Wisata Tokyo”. Di dalam konten “Wisata Tokyo” tersebut, Anda harus memasukan link menuju keyword “Jasa traveling Jepang”.

Cara lainnya adalah riset menggunakan Google Trends. Perbedaannya dengan Google Keyword Planner adalah hasilnya yang lebih relatif, tidak absolut. Hasilnya pun hanya rasio 1-100. Karena memang Google Trends lebih berguna sebagai pembanding sebuah tren dari waktu ke waktu.

Riset keyword SEO
Hasil pencarian keyword “Jual Kambing” menunjukan tren meningkat jelang Bulan Agustus

Anda bisa menggunakan Google Trends untuk memahami tren yang akan terjadi. Misalnya, keyword “Jual Kambing” yang meningkat pada bulan Agustus – September karena adanya Idul Adha. Anda bisa mencari tren-tren yang terjadi secara berulang yang berhubungan dengan keyword yang Anda tuju, sehingga Anda bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan sorotan.

Anda juga bisa menggunakan fitur Trending Searches di Google Trends untuk mengetahui topik yang sedang hangat dibicarakan. Anda bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkansorotan lebih, terutama dengan konten yang berkualitas.

Meskipun riset keyword terlihat mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Brainstorming terlebih dahulu

Tidak semua long tail keyword yang memiliki persaingan rendah sesuai dengan target keyword yang Anda miliki. Misalnya, dengan keyword utama “Tour Liburan Jepang”, menggunakan keyword “Wisata Osaka” akan sesuai jika Anda benar-benar memiliki paket untuk wisata ke Osaka. Tidak berlaku jika paket yang Anda tawarkan hanya ke sekitar Tokyo.

Cara termudah adalah buat daftar terlebih dahulu mengenai apa saja servis yang Anda tawarkan. Buat daftar sebanyak mungkin, beserta turunannya. Misal, Anda menawarkan jasa studio fotografi. Turunan yang bisa dibuat adalah studio fotografi terbaik di (daerah), tips foto studio, studio foto murah (daerah), dan masih banyak lagi.

  • Kumpulkan volume pencarian

Setelah melakukan pendataan mengenai keyword-keyword yang relevan, langkah selanjutnya adalah menuju Google Keyword Planner dan masukan keyword utama yang Anda inginkan. Dari data yang muncul, Anda bisa mendapatkan beberapa ide tambahan untuk ditambahkan ke data keyword yang Anda miliki.

Kuncinya adalah mencari Avg. Monthly Searches yang lebih dari 100, agar usaha tidak sia-sia. Selain itu juga cari keyword pembantu yang memiliki kompetisi rendah atau sedang. Dengan begitu long tail keyword yang Anda gunakan untuk membantu keyword utama akan lebih mudah masuk halaman pertama.


Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai SEO dan strategi digital marketing lainnya? Dapatkan buku eksklusif “Belajar Digital Marketing”. Kuota terbatas!

belajar digital marketing

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
bang amar Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
bang amar
Guest

ternyata digital marketing tidak sesimple nyari trending topik dan mendapatkan banyak reply..
thanks bang ilmunya