Seberapa Penting Digital Marketing?

Seberapa sering Anda mengakses handphone dalam satu hari? Jika lebih dari 8 jam, Anda sama seperti kebanyakan orang. Data dari Hootsuite pada awal tahun 2018 menunjukan bahwa orang-orang Indonesia mengakses handphone 8 jam 51 menit dalam satu hari, dengan 4 jam lebih mengakses media sosial.

Data tersebut pun mengindikasikan bahwa hampir semua orang tergantung dengan handphone. Coba perhatikan apa yang dilakukan orang-orang ketika sedang duduk di bus? Atau saat sedang menunggu kereta datang? Kemungkinan besar membuka handphone mereka. Itulah ruang yang bisa Anda manfaatkan dalam hal apapun, terutama dalam hal marketing.

Jika pusat perhatian kebanyakan orang menuju ke handphone, beradalah di sana. Dengan berada di pusat perhatian, kemungkinan bisnis Anda ditemukan akan semakin besar. Di situlah digital marketing bekerja. Digital marketing adalah promosi online yang dilakukan melalui berbagai channel, seperti media sosial, website atau e-mail.

Digital marketing dimulai dengan kemunculan Google Adwords pada tahun 2000. Kemunculannya memulai masa transisi dari marketing era tradisional ke era digital. Dari brosur dan baliho ke Facebook ads. Dari iklan televisi ke iklan Youtube. Kemunculan Facebook setelah tahun 2010 pun benar-benar mengubah strategi pemasaran. Hampir semua brand sekarang memiliki media sosial agar menjangkau audiens yang luas.

Sebenarnya, mana yang lebih efektif, marketing konvensional atau digital? Coba bayangkan saat Anda sedang berkendara di jalan dan melihat sebuah baliho yang membuat Anda tertarik. Apakah Anda akan berhenti sejenak? Mungkin iya. Apakah Anda langsung berminat untuk menelpon dan membeli? Mungkin tidak.

Coba bandingkan dengan Anda yang sedang bermain media sosial dan melihat sesuatu yang menarik. Apakah Anda langsung membelinya? Mungkin tidak, karena Anda akan melakukan riset produk terlebih dahulu. Jika dibandingkan, mana tahap yang lebih Anda senangi? Bisa jadi digital marketing karena tahapan yang dilalui lebih mudah. Dengan digital marketing, Anda tidak perlu berpindah platform dari offline ke online, namun tetap berada di online.

Dapat disimpulkan bahwa pengalaman berbeda akan dialami oleh orang yang mendapatkan marketing tradisional dan digital. Jika tradisional atau konvensional lebih menganggu dan bersifat hard selling, digital marketing bisa dilakukan secara halus dan memberikan nilai lebih kepada calon pelanggan.

Misalnya saja Anda menjual premi asuransi. Jika dilakukan marketing secara konvensional, tahap yang Anda lalui untuk menjual produk adalah menelepon satu-satu calon pembeli dan akan menganggu kenyamanan mereka. Berbeda dengan digital marketing, Anda bisa melempar isu kenapa menggunakan premi asuransi tersebut penting melalui media sosial. Setelah orang-orang tau bahwa penggunaan premi penting, Anda tinggal menyodorkan produk Anda di hadapan mereka.

Itulah kelebihan digital marketing. Anda bisa memberikan value atau nilaike calon pelanggan sehingga mereka lebih tertarik dengan produk Anda. Ada yang bingung memilih sepatu kulit? Berikan info tentang tips memilih sepatu kulit. Ada yang bingung tempat membeli suatu aksesoris? Tunjukan aksesoris yang Anda jual. Dengan menggunakan digital marketing, Anda bisa menjawab apa yang calon pelanggan Anda inginkan.

Baca juga buku “Belajar Digital Marketing” milik Fauzi Ananta. Dapatkan segera di sini.

belajar digital marketing
belajar digital marketing

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of