Hanna Ramadini di Superliga 2017

3 Cara Belajar Publikasi Event dari Superliga 2017

2. Convert

Setelah audiens yang stranger berubah menjadi consumer karena sudah aware, ubah consumer menjadi customer. Apa perbedaan consumer dan customer? 

Secara mudah, perbedaan consumer dan customer adalah loyalitas. Customer akan dengan senang hati menjadi buzzer karena sudah cinta terhadap produk tersebut.

Lalu, bagaimana taktik Djarum Badminton membuat orang yang sudah tertarik ikut mengajak temannya untuk ikut datang?

Kuis yang berbeda di berbagai platform.

Sudah banyak event dan brand yang menggunakan kuis sebagai ajang promosi. Namun kebanyakan dari mereka gagal. Kuis dimenangkan oleh bounty hunter, dan mereka kabur tanpa menjadi loyalis. Sama sekali.

Apa yang salah?

Platform yang digunakan salah atau kuis-nya kurang meng-engage.

Bagaimana maksudnya? Mari kita cek bagaimana Djarum Badminton melaksanakan kuis-nya.

Platform kurang tepat.

Facebook baiknya digunakan untuk membagikan foto ataupun artikel. Twitter baiknya digunakan untuk percakapan dan Instagram baiknya digunakan untuk foto. Ingat baik-baik.

Karena yang terjadi justru sebaliknya, banyak yang membagikan teks di Instagram, memfokuskan percakapan di Facebook dan sebagainya.

Djarum dengan baik menggunakan setiap platform sesuai dengan fungsi dan kuisnya.

Untuk facebook, mereka menggunakan kuis di kolom komentar; agar postingan mereka berada paling atas di timeline.

kompetisi fb superliga 2017

Kompetisi di Facebook memfokuskan ke caption di postingan Djarum Superliga

Di Instagram, mereka membuat orang-orang meng-upload ulang apa yang sudah mereka posting, dengan caption se-unik mungkin; dibuat agar teman dari orang tersebut berkunjung ke instagram @djarumbadminton

Selain itu juga, persyaratan mention 5 orang teman juga memudahkan hal tersebut.

instagram superliga 2017

Kompetisi Instagram yang berhadiah tiket dan kaos gratis.

Di Twitter, kompetisi OOTD Superliga dibuat agar engagement di twitter @djarumbadminton naik karena mendapat banyak mention.

twitter superliga 2017

Kompetisi twitter Superliga

Taktik yang cukup brilian selain ketiga tersebut adalah cross-platform: setiap kompetisi diumumkan juga di media sosial yang berbeda. Urutan kompetisi juga tepat, berawal dari twitter, Instagram dan terakhir di Facebook. Penggunaan facebook di akhir juga agar semua followers yang sudah berkumpul di twitter dan Instagram, bisa dialihkan ke Facebook.

Karena taktik tersebut, ketiga-nya mengalami peningkatan followers yang signifikan (seperti yang sudah dijelaskan di atas)

Lalu, bagaimana jika orang-orang sudah mengerti keberadaan kuisnya, namun tetap tidak tertarik mengikuti?

Mungkin, hadiah dari Anda kurang menarik.

Cari hadiah yang menarik bagi target audiens Anda. Tidak perlu yang mahal, yang penting menarik dan membuat orang-orang rela melakukan apapun untuk mendapatkannya.

Misalnya saja Djarum Badminton menggunakan hadiah “Kaos gratis bertanda tangan atlet” dan “tiket gratis” Hal tersebut sangat mudah didapatkan oleh penyelenggara, namun tetap berharga bagi para audiens.


Hal yang bisa dipelajari dari taktik yang digunakan oleh @djarumbadminton adalah pergunakan media sosial dengan fungsinya dan sinkronisasikan semuanya. Namun, yang paling penting adalah pahami audiens dan berikan apa yang audiens berikan.

TOP TIPS:

*Mengubah consumer menjadi customer tidak hanya sebatas kuis. Banyak hal lain yang bisa dilakukan, misalnya saja e-mail marketing. Apa itu e-mail marketing? Sebelumnya sudah pernah saya bahas di artikel “7 Hal yang Harus Dipelajari Dalam Digital Marketing

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of